SIWALIMA.id > Berita
Online | Jumat, 30 Mei 2025 pukul 20:56 WIT
100 Hari Kerja Gubernur Maluku, Ini Capaiannya

AMBON, Siwalimanews – Hari ini, Jumat (30/5) tepat 100 hari kerja pemerintahan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath, pasca dilantik Presiden Prabowo Subianto, Kamis, (20/2) lalu, di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Apa saja capaian yang telah dilakukan Gubernur dan Wagub kurun ini? Dalam catatan kami, gubernur dan wakilnya sudah membuat berbagai upaya untuk menjadikan Maluku lebih baik, seperti janji mereka semasa kampanye lalu, “Par Maluku Pung Bae”.

Sejak dilantik, gubernur sudah berupaya membuat gebrakan dengan memperjuangkan sejumlah agenda pembangunan Maluku, ke pemerintah pusat.

Di bidang infrastruktur misalnya, gubernur menemui langsung Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono guna memperjuangkan sejumlah  proyek infrastruktur, diantaranya Pelabuhan Maluku Terpadu yang diusulkan pembangunannya di Waisarisa, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Pasca pertemuan tersebut, proyek pembangunan Pelabuhan Maluku Terpadu saat ini telah menunjukkan progres dengan akan dilalui studi awal lokasi oleh pemerintah pusat.

Tak hanya itu, gubernur juga telah memperjuangkan pembangunan coastal road atau jalan di garis Pantai Teluk Ambon, sewaktu bertemu Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Jumat (9/5) lalu. Saat ini progresnya terus berjalan.

Di bidang kesehatan, gubernur jaga berjuang untuk dibangunnya rumah sakit pusat stroke atau stroke senter di Maluku, dan saat ini telah mendapatkan lampu hijau dari pemerintah pusat. Rumah sakit itu nantinya, akan berada di RSUP dr J Leimena, yang direncanakan akan terealisasi dalam masa pemerintahan lima tahun ke depan.

Gubernur juga, telah berhasil melobi Kementerian Kesehatan, dimana Maluku mendapatkan bantuan tujuh unit alat katerisasi jantung yang akan diperuntukkan untuk beberapa rumah sakit di Maluku.

Di bidang energi, Gubernur Maluku telah berupaya agar Blok Masela bisa segera berproduksi komersial atau on stream pada tahun 2029, dimana progres telah nyata dengan peluncuran desain teknis LNG Darat beberapa waktu lalu.

Tak hanya Blok Masela, beberapa waktu lalu, gubernur juga telah memperjuangkan adanya blok migas baru di Maluku, dan hasilnya telah dilakukan penandatanganan kontrak bagi hasil Blok Migas Binaiya.

Di bidang pendidikan, gubernur telah memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku untuk melakukan penataan guru di seluruh kabupaten dan kota, guna meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

Bahkan, dalam 100 hari kerjanya ini, gubernur telah berhasil memperjuangkan perubahan status IAIN Ambon menjadi Universitas Islam Negeri Abdul Muthalib Sangadji yang telah disetujui Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu kebijakan penting gubernur yang dirasakan masyarakat luas, yakni adanya pemutihan tunggakan pajak dan bea balik nama kendaraan bermotor tahun-tahun sebelumnya.

Di bidang ekonomi, kerja-kerja gubernur telah berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi Maluku, alhasil pertumbuhan ekonomi triwulan I 2025 Provinsi Maluku mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,07 persen yoy diatas nasional yang tercatat 4,87 persen yoy.

Di bidang penataan birokrasi, gubernur telah melakukan lelang terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) di Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, yang ditargetkan akan tuntas di bulan Juni mendatang. Namun begitu, hingga saat ini tercatat belum ada peminat yang ikut meramaikan bursa.

Walau sejumlah hal baik telah dicapai selama 100 hari kerja ini, tapi masih ada sejumlah persoalan seperti pembayaran TPP ASN Guru selama 16 bulan yang belum diselesaikan hingga saat ini.

Bahkan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang menyurati Kwartir Nasional Pramuka terkait penjadwalan ulang kegiatan Nasional Kemah Bela Negara, tingkat Nasional tahun 2025, yang dipusatkan di Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku juga menjadi persoalan serius di 100 hari kerja pemerintah Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.

Kendati begitu, gubernur mengaku, sejak awal dirinya bersama wakil gubernur tidak menetapkan target 100 kerja, sebab keduanya menjadi gubernur dan wakil gubernur untuk lima tahun, bukan untuk 100 hari kerja.

Gubernur Hendrik Lewerissa juga memastikan, dirinya bertekad untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Maluku. Komitmen ini disampaikan gubernur kepada wartawan di kantor Gubernur, Rabu (28/5).

“Saya dan wakil gubernur telah bertekad untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Maluku dengan Visi Transformasi yang maju, adil dan sejahtera untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” ucap gubernur.

Dijelaskan, visi meningkatkan taraf hidup masyarakat Maluku tersebut telah dijabarkan melalui Sapta Cita yang merupakan misi bersama guna memajukan Maluku.

Diakuinya, tantangan yang dihadapi kedepan tentu tidaklah mudah, dimana krisis global turut mempengaruhi stabilitas dalam negeri yang tentunya harus disikapi dengan program yang tepat dalam menjawab tuntutan atau kepentingan masyarakat.

Selain itu, beberapa proyek strategis nasional di wilayah Maluku, seperti pembangunan Bendungan Wae Apo, pembangunan Ambon Integrated Port dan pengembangan Blok Masela akan mendapatkan perhatian gubernur ke depan.

“Pembangunan Maluku ini membutuhkan dukungan semua pihak, karena itu, mari kita bersama-sama bekerja keras untuk Maluku yang lebih baik,” tegas gubernur.(S-20)

BERITA TERKAIT