SIWALIMA.id > Berita
Pendidikan | Senin, 11 Agustus 2025 pukul 16:18 WIT
Unpatti Kukuhkan Lima Guru Besar

AMBON, Siwalimanews – Universitas Pattimura menambah lima profesor baru dari berbagai bidang ilmu, Senin (11/8).

Pengukuhan yang ber­lang­­sung di Gedung Rek­torat Unpatti, menjadi momentum penguatan kapa­si­tas riset dan pengabdian kam­pus untuk menjawab tantangan daerah kepul­a­u­an Maluku dan Indonesia Timur.

Kelima guru besar ter­se­but adalah, Prof. Dr. Dien­tje Rumerung, MS (Fakul­tas Ekonomi dan Bisnis); Prof. Dr. Ir. Frederika S. Pello, M.Si (Bidang Produk­ti­vi­tas Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan); Prof. Dr. Ir. Beni Setha, M.Si (Tek­nologi Pascapanen Hasil Perika­nan); Prof. Dr. Maria Nindatu, Dra., M.Kes (Parasitologi, Fakultas Sains dan Teknologi); dan Prof. Dr. Anderson Leonardo Palinussa, S.Pd., M.Pd (Pendidikan Matemati­ka Realistik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan).

Berdaya Saing

Dalam pidato bertajuk Revitali­sasi Ekonomi Wilayah: Sebuah Pendekatan Komprehensif Berba­sis Diamond Porter untuk Pening­katan Daya Saing Daerah, Prof. Dientje Rumerung menekankan pentingnya transformasi fundamental ekonomi Maluku.

Ia menyebutkan, Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Maluku pada 2023 berada di skor 3,39, di bawah rata-rata nasional 3,44. Potensi besar di sektor kelautan dan pe­rika­nan belum sepenuhnya men­jadi keunggulan kompetitif.

Rumerung menyoroti empat tan­tangan utama: keterbatasan SDM, infrastruktur yang belum memadai, fragmentasi industri, dan lemah­nya klaster ekonomi.

Ia mengusulkan penerapan model Diamond Porter yang me­ma­dukan faktor kondisi, strategi dan rivalitas perusahaan, industri terkait dan pendukung, serta kon­disi permintaan.

“Revitalisasi bukan sekadar me­mulihkan ekonomi yang lesu, te­tapi memberi napas, energi, dan arah baru. Dengan sinergi tepat, Maluku dapat berlari, bukan seka­dar bertahan,” kata Dientje.

Perikanan Lestari

Guru Besar Bidang Produktivitas Perairan, Prof. Frederika S. Pello, me­ng­angkat topik Dampak Fito­plan­kton Berbahaya terhadap Pro­duktivitas Perairan dalam Pe­nge­lolaan Perikanan Berke­lanjutan.

Ia menjelaskan, ledakan popu­lasi fitoplankton beracun atau Harmful Algal Bloom (HAB) menjadi an­caman bagi ekosistem laut tropis, termasuk Maluku. HAB dapat menurunkan kualitas air, meracuni biota laut, dan mengganggu eko­nomi nelayan.

Menurutnya, komunitas plankton dapat menjadi indikator penting kesehatan laut, memandu musim pemijahan ikan, dan memprediksi po­tensi tangkapan. “Pengelolaan yang bijak tidak hanya melindungi eko­sistem, tetapi memastikan sum­ber daya ikan tetap tersedia ba­gi generasi mendatang,” ujar­nya.

Pello merekomendasikan pe­man­tauan rutin populasi plankton, pengendalian pencemaran nut­rien, dan edukasi nelayan sebagai strategi kunci.

Inovasi Pasca Panen

Prof. Beni Setha menawarkan so­lusi inovatif mencegah keracu­nan histamin pada ikan famili Scom­­bridae seperti tuna dan ca­kalang.

Dalam pidato ilmiahnya, ia me­ngungkap potensi senyawa bioaktif daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) sebagai agen biointervensi alami.

Histamin yang terbentuk akibat pena­nganan pascapanen buruk dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan merugikan industri perikanan.

Senyawa flavonoid, tanin, dan saponin dari daun jarak, kata Beni, dapat menghambat bakteri pem­ben­tuk histamin, menonakt­if­kan enzim pemicu, sekaligus menet­ral­­­kan histamin yang sudah ada.

“Daun jarak pagar bukan hanya alternatif, tapi transformasi dalam menjaga keamanan pangan laut,” katanya.

Bebas Malaria

Prof. Maria Nindatu memaparkan strategi percepatan eliminasi malaria di Maluku menjadi 2028, dua tahun lebih cepat dari target na­sional 2030.

Ia menyebut, meski Maluku su­dah masuk zona kuning eliminasi, mobilitas penduduk dari daerah endemis seperti Papua dan NTT tetap menjadi tantangan.

Solusi yang ia tawarkan men­cakup insektisida hayati berbasis tanaman lokal seperti nilam, daun cengkeh hutan, dan biji hutun.

“Inovasi ini ramah lingkungan dan dapat memutus siklus hidup nyamuk Anopheles,” ujarnya.

Matematika Membumi

Guru Besar Pendidikan Matematika Realistik, Prof. Anderson Leonardo Palinussa, meng­angkat orasi berjudul Implemen­tasi Pendekatan Matematika Rea­listik melalui Konteks Kehidupan Nyata sebagai Upaya Mening­katkan Kualitas Pembelajaran Matematika.

Ia mengkritisi metode konven­sional yang membuat siswa pasif, lalu menawarkan RME yang ter­integrasi budaya lokal seperti pela gandong, masohi, dan badati. “De­ngan mengaitkan materi pada prak­tik keseharian, siswa akan lebih aktif, reflektif, dan terhubung secara emosional dengan matematika,” ujarnya.

Palinussa juga mendorong integrasi teknologi seperti kecer­da­san buatan dan gamifikasi untuk pembelajaran matematika yang relevan di wilayah kepulauan.

Pengukuhan lima guru besar ini menambah jumlah profesor aktif Unpatti.(S-25)

BERITA TERKAIT