AMBON, Siwalimanews –Â Universitas Pattimura menambah lima profesor baru dari berbagai bidang ilmu, Senin (11/8).
Pengukuhan yang berÂlangÂÂsung di Gedung RekÂtorat Unpatti, menjadi momentum penguatan kapaÂsiÂtas riset dan pengabdian kamÂpus untuk menjawab tantangan daerah kepulÂaÂuÂan Maluku dan Indonesia Timur.
Kelima guru besar terÂseÂbut adalah, Prof. Dr. DienÂtje Rumerung, MS (FakulÂtas Ekonomi dan Bisnis); Prof. Dr. Ir. Frederika S. Pello, M.Si (Bidang ProdukÂtiÂviÂtas Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan); Prof. Dr. Ir. Beni Setha, M.Si (TekÂnologi Pascapanen Hasil PerikaÂnan); Prof. Dr. Maria Nindatu, Dra., M.Kes (Parasitologi, Fakultas Sains dan Teknologi); dan Prof. Dr. Anderson Leonardo Palinussa, S.Pd., M.Pd (Pendidikan MatematiÂka Realistik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan).
Berdaya Saing
Dalam pidato bertajuk RevitaliÂsasi Ekonomi Wilayah: Sebuah Pendekatan Komprehensif BerbaÂsis Diamond Porter untuk PeningÂkatan Daya Saing Daerah, Prof. Dientje Rumerung menekankan pentingnya transformasi fundamental ekonomi Maluku.
Ia menyebutkan, Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Maluku pada 2023 berada di skor 3,39, di bawah rata-rata nasional 3,44. Potensi besar di sektor kelautan dan peÂrikaÂnan belum sepenuhnya menÂjadi keunggulan kompetitif.
Rumerung menyoroti empat tanÂtangan utama: keterbatasan SDM, infrastruktur yang belum memadai, fragmentasi industri, dan lemahÂnya klaster ekonomi.
Ia mengusulkan penerapan model Diamond Porter yang meÂmaÂdukan faktor kondisi, strategi dan rivalitas perusahaan, industri terkait dan pendukung, serta konÂdisi permintaan.
âRevitalisasi bukan sekadar meÂmulihkan ekonomi yang lesu, teÂtapi memberi napas, energi, dan arah baru. Dengan sinergi tepat, Maluku dapat berlari, bukan sekaÂdar bertahan,â kata Dientje.

Perikanan Lestari
Guru Besar Bidang Produktivitas Perairan, Prof. Frederika S. Pello, meÂngÂangkat topik Dampak FitoÂplanÂkton Berbahaya terhadap ProÂduktivitas Perairan dalam PeÂngeÂlolaan Perikanan BerkeÂlanjutan.
Ia menjelaskan, ledakan popuÂlasi fitoplankton beracun atau Harmful Algal Bloom (HAB) menjadi anÂcaman bagi ekosistem laut tropis, termasuk Maluku. HAB dapat menurunkan kualitas air, meracuni biota laut, dan mengganggu ekoÂnomi nelayan.
Menurutnya, komunitas plankton dapat menjadi indikator penting kesehatan laut, memandu musim pemijahan ikan, dan memprediksi poÂtensi tangkapan. âPengelolaan yang bijak tidak hanya melindungi ekoÂsistem, tetapi memastikan sumÂber daya ikan tetap tersedia baÂgi generasi mendatang,â ujarÂnya.
Pello merekomendasikan peÂmanÂtauan rutin populasi plankton, pengendalian pencemaran nutÂrien, dan edukasi nelayan sebagai strategi kunci.
Inovasi Pasca Panen
Prof. Beni Setha menawarkan soÂlusi inovatif mencegah keracuÂnan histamin pada ikan famili ScomÂÂbridae seperti tuna dan caÂkalang.
Dalam pidato ilmiahnya, ia meÂngungkap potensi senyawa bioaktif daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) sebagai agen biointervensi alami.
Histamin yang terbentuk akibat penaÂnganan pascapanen buruk dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan merugikan industri perikanan.
Senyawa flavonoid, tanin, dan saponin dari daun jarak, kata Beni, dapat menghambat bakteri pemÂbenÂtuk histamin, menonaktÂifÂkan enzim pemicu, sekaligus menetÂralÂÂÂkan histamin yang sudah ada.
âDaun jarak pagar bukan hanya alternatif, tapi transformasi dalam menjaga keamanan pangan laut,â katanya.
Bebas Malaria
Prof. Maria Nindatu memaparkan strategi percepatan eliminasi malaria di Maluku menjadi 2028, dua tahun lebih cepat dari target naÂsional 2030.
Ia menyebut, meski Maluku suÂdah masuk zona kuning eliminasi, mobilitas penduduk dari daerah endemis seperti Papua dan NTT tetap menjadi tantangan.
Solusi yang ia tawarkan menÂcakup insektisida hayati berbasis tanaman lokal seperti nilam, daun cengkeh hutan, dan biji hutun.
âInovasi ini ramah lingkungan dan dapat memutus siklus hidup nyamuk Anopheles,â ujarnya.
Matematika Membumi
Guru Besar Pendidikan Matematika Realistik, Prof. Anderson Leonardo Palinussa, mengÂangkat orasi berjudul ImplemenÂtasi Pendekatan Matematika ReaÂlistik melalui Konteks Kehidupan Nyata sebagai Upaya MeningÂkatkan Kualitas Pembelajaran Matematika.
Ia mengkritisi metode konvenÂsional yang membuat siswa pasif, lalu menawarkan RME yang terÂintegrasi budaya lokal seperti pela gandong, masohi, dan badati. âDeÂngan mengaitkan materi pada prakÂtik keseharian, siswa akan lebih aktif, reflektif, dan terhubung secara emosional dengan matematika,â ujarnya.
Palinussa juga mendorong integrasi teknologi seperti kecerÂdaÂsan buatan dan gamifikasi untuk pembelajaran matematika yang relevan di wilayah kepulauan.
Pengukuhan lima guru besar ini menambah jumlah profesor aktif Unpatti.(S-25)