AMBON, Siwalima.id - Fakultas Teknik, Universitas Pattimura membangun sumur dan sistem filtrasi untuk mendukung produksi pati sagu di Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon.
Program tersebut dilakukan untuk mengatasi keterbatasan sumber air yang selama ini menjadi salah satu kendala dalam memenuhi kebutuhan air untuk proses produksi pati sagu.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Unpatti, Marcia Violetha Rikumahu dalam rilisnya Selasa (22/9) mengatakan pembangunan ini untuk menjawab untuk mendukung proses pengolahan sagu.
Menurutnya, sebelum ini mitra masih mengandalkan sumur lama yang dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan air secara optimal.
Sebagai bagian dari solusi, tim pengabdian bersama mitra menggali sumur baru dengan kedalaman enam meter.
"Sumur tersebut kemudian dilengkapi pompa air dan sistem perpipaan. Tim juga menyediakan tangki penampungan dengan kapasitas 2.500 liter untuk mendukung ketersediaan air," jelasnya.
Selain meningkatkan ketersediaan air, program tersebut juga diarahkan untuk memperbaiki kualitas air yang digunakan dalam proses produksi.
Tim menerapkan sistem filtrasi tiga tahap yang terdiri dari filter sedimen 10 mikron, filter 0,3 mikron, dan filter CTO.
Sistem filtrasi tersebut digunakan untuk membantu menghasilkan air dengan kualitas fisik yang lebih baik sebelum dimanfaatkan dalam proses pengolahan pati sagu.
"Berdasarkan pengamatan fisik, air yang dihasilkan tampak jernih, tidak berwarna, dan tidak berbau," jelasnya.
Sementara itu, hasil pengujian terhadap parameter pH dan Total Dissolved Solids (TDS) menunjukkan air masih berada dalam batas normal.
Ia mengatakan fasilitas sumber air dan sistem filtrasi yang telah diterapkan diharapkan dapat dimanfaatkan dan dipelihara secara berkelanjutan oleh mitra.
Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu proses produksi pati sagu dengan ketersediaan air yang lebih memadai dan kualitas air yang lebih baik.
Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada Unpatti melalui pendanaan DIPA yang mendukung pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat di Negeri Rutong.
Program tersebut diharapkan tidak hanya membantu mengatasi keterbatasan air yang dihadapi mitra, tetapi juga mendukung pengelolaan potensi sagu di Negeri Rutong secara berkelanjutan.(S-25)