AMBON, Siwalima.id - Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura, Dominggus Malle mengatakan usia 65 tahun merupakan perjalanan panjang bagi sebuah institusi pendidikan.
“Bertambahnya usia harus diikuti dengan peningkatan kualitas dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” pesan Malle dalam sambutan saat peringatan Dies Natalis ke-65 di Pelataran Gedung Baru FKIP, Kamis (10/9).
Peringatan tersebut menjadi momentum bagi civitas akademika FKIP untuk merefleksikan perjalanan panjang lembaga dalam mencetak tenaga pendidik.
“FKIP Unpatti dituntut menjadi bagian dari kampus yang berdampak dan tidak terlepas dari peranan semua komponen di dalamnya, termasuk civitas akademika,” katanya.
Ia menilai seluruh komponen di lingkungan FKIP memiliki peran strategis dalam memastikan fakultas mampu memberikan dampak yang lebih luas.
Untuk itu FKIP bisa memanfaatkan media informasi sebagai sarana untuk memperkenalkan berbagai capaian dan perkembangan fakultas kepada masyarakat.
Masyarakat perlu mengetahui FKIP Unpatti terus berkembang, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas sumber daya manusia.
Dirinya juga memberikan apresiasi kepada Dekan FKIP karena ada tiga program studi yang sudah terakreditasi unggul.
“Ke depannya program studi lainnya dapat mengikuti akreditasi tersebut. Capaian diraih FKIP pada usia 65 tahun dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas fakultas sekaligus memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Dekan FKIP I H Wenno mengatakan FKIP didirikan pada 10 September 1961 dengan tujuan memberikan kesempatan kepada masyarakat mengenyam pendidikan tinggi serta turut mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Kehadiran kita semua saat ini adalah bukti nyata dari kesatuan, komitmen, dan niat baik kita untuk mewujudkan FKIP yang cerdas, edukatif, religius, integritas dan amanah,” katanya.
Selama 65 tahun FKIP telah melalui perjalanan panjang dalam membangun lembaga pendidikan yang menghasilkan tenaga pendidik dan memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan serta pembangunan di Maluku.
Pihaknya juga terus berupaya mendukung pencapaian Visi Indonesia Emas 2045, sekaligus mewujudkan visi universitas dan visi FKIP.
Peningkatan kualitas pembelajaran menjadi salah satu fokus FKIP. Berbagai program dilakukan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa baik soft skill maupun hard skill.
FKIP juga menjalankan program pertukaran mahasiswa dengan Jerman melalui implementasi kurikulum perguruan tinggi dengan pendekatan Outcome Based Education (OBE).
Selain pengembangan akademik, mahasiswa FKIP juga mencatat sejumlah prestasi pada 2026.
“Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), misalnya, berhasil menjadi Juara Umum Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tingkat fakultas,” bebernya.
Mahasiswa PGSD juga meraih juara umum pekan seni mahasiswa tingkat universitas dengan meraih juara pada empat mata lomba.
Dari sisi akreditasi, ia menyebut saat ini terdapat tiga program studi di FKIP yang telah memperoleh predikat unggul yakni Pendidikan Biologi, Pendidikan Bahasa Jerman dan Pendidikan Sejarah.
Selain itu, sebanyak 12 prodi telah terakreditasi baik sekali, dua program studi terakreditasi baik, dan satu program studi berstatus aktif.
FKIP juga mempersiapkan lima prodi menjalani reakreditasi dengan target memperoleh predikat unggul. Direncanakan lima prodi akan melakukan reakreditasi dan dipersiapkan untuk akreditasi unggul.
Ia menegaskan, peringatan Dies Natalis tidak boleh dimaknai hanya sebagai kegiatan seremonial atau rutinitas tahunan.
“Momentum ini harus menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi akademik dan kepemimpinan manajerial dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks,” tandasnya.(S-25)