SIWALIMA.id > Berita
Opini | Selasa, 27 Oktober 2026 pukul 13:33 WIT
Sebuah Harapan: PSDKU, Embrio Berdirinya Kampus Mandiri di Bumi Kalwedo

“Suara Hati Akademisi Muda Asal Maluku Barat Daya”

Saya memulai tulisan ini dengan satu keyakinan: Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Pattimura (Unpatti) adalah embrio berdirinya Kampus Mandiri di Bumi Kalwedo. 

Hari ini, katong masih berjuang menjaga keberlangsungannya. 

Namun dengan komitmen, keseriusan, dan kerjasama, saya percaya bahwa suatu saat nanti embrio ini akan tumbuh menjadi perguruan tinggi mandiri yang menjadi kebanggaan masyarakat Maluku Barat Daya.

Bagi saya, Kampus PSDKU bukan sekedar tempat berlangsungnya aktivitas perkuliahan bagi 6 program studi yang ada. Akan tetapi, PSDKU adalah harapan bagi masa depan pendidikan dan Sumber Daya Manusia di tanah yang kita cintai ini. Bukankah akan menjadi suatu kebanggaan jika kelak anak-anak Maluku Barat Daya dapat menempuh pendidikan tinggi di Universitas milik daerahnya sendiri, tanpa harus selalu meninggalkan tanah kelahirannya demi memperoleh kesempatan belajar ?.

Sebagai anak daerah sekaligus Akademisi muda asal Maluku Barat Daya, saya memandang situasi yang sedang dihadapi PSDKU di Kabupaten MBD bukan semata-mata sebagai persoalan, melainkan juga sebagai MOMENTUM REFLEKSI tentang sejauh mana kita menempatkan pendidikan sebagai prioritas pembangunan daerah.

Pemerintah Daerah mesti semakin serius untuk menegaskan komitmennya terhadap pembangunan pendidikan tinggi di Maluku Barat Daya.

Persoalan yang sedang terjadi, tentu menjadi keprihatinan bersama. Ketika Kampus menghadapi persoalan yang berujung pada terganggunya keberlangsungan aktivitasnya, yang dipertaruhkan bukan hanya keberadaan sebuah lembaga pendidikan, melainkan juga kepentingan mahasiswa untuk menerima ilmu pengetahuan secara efektif. 

Saya memahami bahwa pihak Kampus, Pemerintah Daerah, dan pemilik lahan telah melakukan pembicaraan serta mencapai sejumlah kesepakatan. Civitas Akademika pun telah menyampaikan aspirasi sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan Kampus. Karena itu, yang dibutuhkan saat ini adalah langkah nyata untuk menindaklanjuti kesepakatan tersebut sesuai kewajiban dan mekanisme yang berlaku.

Kita tentu berharap persoalan ini tidak terus berlarut-larut hingga mengganggu kegiatan Akademik dan menimbulkan ketidakpastian bagi mahasiswa. Setiap persoalan perlu diselesaikan melalui komunikasi, koordinasi, dan tanggung jawab yang jelas agar aktivitas pendidikan dapat berlangsung dengan baik.

Sebab, persoalan yang sedang dihadapi PSDKU tidak seharusnya berhenti pada penyelesaian kewajiban pembayaran lahan saja menurut saya.  Ada tanggung jawab yang lebih besar, yaitu memastikan bahwa pendidikan tinggi dalam hal ini PSDKU di Bumi Kalwedo memiliki arah pengembangan yang jelas, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemandirian.

Pemerintah daerah perlu menempatkan pengembangan PSDKU sebagai bagian penting dari perencanaan pembangunan jangka panjang. Dukungan terhadap kelembagaan, kualitas pembelajaran, pengembangan Sumber Daya Manusia, dan keberlanjutan kegiatan akademik harus menjadi perhatian bersama karena membangun perguruan tinggi bukan sekedar menyediakan gedung atau mengalokasikan anggaran dari tahun ke tahun. Membangun perguruan tinggi berarti menyiapkan fondasi bagi lahirnya generasi terdidik, tenaga profesional, pemimpin masa depan, dan Sumber Daya Manusia yang mampu mengambil bagian dalam pembangunan daerahnya sendiri.

Di sinilah pentingnya melihat PSDKU dengan perspektif yang lebih luas. PSDKU tidak seharusnya hanya dipandang sebagai lembaga pendidikan yang perlu dibantu ketika menghadapi persoalan, tetapi juga sebagai investasi strategis yang perlu dikembangkan secara serius agar kelak mampu menjadi fondasi bagi berdirinya perguruan tinggi mandiri di Maluku Barat Daya.

Sebagai bagian dari civitas akademika, kami tentu memiliki tanggung jawab untuk terus menjalankan tugas pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kami ingin tetap berkarya, mendidik, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan daerah. Kami ingin energi akademik dicurahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan generasi muda. 

Saya percaya, cita-cita memiliki universitas mandiri di Bumi Kalwedo bukanlah harapan yang patut dipandang sebelah mata. Namun, cita-cita itu membutuhkan keseriusan, perencanaan yang matang, kesiapan kelembagaan, dukungan kebijakan, serta komitmen berkelanjutan dari semua pihak.

Kita tidak bisa hanya membayangkan sebuah universitas berdiri di Maluku Barat Daya tanpa mempersiapkan fondasinya sejak sekarang. Karena itu, menjaga keberlangsungan PSDKU hari ini merupakan salah satu langkah penting dalam merawat harapan tersebut.

Jangan sampai kita berbicara tentang pembangunan daerah, tetapi melupakan bahwa fondasi utama pembangunan adalah manusia yang berkualitas. Jangan sampai kita memiliki cita-cita besar untuk memajukan Bumi Kalwedo, tetapi belum memberikan dukungan yang memadai kepada institusi yang sedang mempersiapkan generasi penerusnya.

Saya berharap, suatu hari nanti kita dapat menyaksikan Maluku Barat Daya memiliki universitas mandiri yang lahir dari perjuangan, kerja sama, dan komitmen bersama. 

Untuk sampai pada cita-cita itu, kita harus memulai dari hal-hal yang nyata: menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi, memenuhi tanggung jawab sesuai kesepakatan, memperkuat keberlangsungan PSDKU, dan membangun perencanaan pendidikan tinggi yang berorientasi pada masa depan.

Jangan biarkan persoalan hari ini memadamkan harapan untuk hari esok. Sebab, yang sedang kita jaga bukan sekadar keberadaan sebuah kampus, melainkan kesempatan generasi muda untuk belajar, berkembang, dan membangun masa depan di tanahnya sendiri.

PSDKU adalah harapan kita bersama. Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Masa depan Maluku Barat Daya adalah perjuangan kita bersama.Oleh: Yulina Tiwery, M.Pd. Akademisi PSDKU Unpatti MBD.(*)

BERITA TERKAIT