WALIKOTA Ambon, Bodewin Wattimena, resmi memasukkan perarakan Patung Kristus Raja sebagai salah satu agenda pariwisata tetap Kota Ambon.
Kegiatan keagamaan umat Katolik itu, akan berdampingan dengan Festival Santa Claus dan Festival Ramadhan.
Hal tersebut disampaikan walikota saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan Reli Rosario yang diselenggarakan Paroki Santo Fransiskus, Katedral Ambon, Jumat (16/10) malam.
Dalam sambutannya, Walikota mengapresiasi Keuskupan Amboina, panitia pelaksana, serta umat Katolik yang terus berpartisipasi mendukung pembangunan dan menjaga kedamaian di Kota Ambon.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan umat beragama, sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Ambon yang aman, damai, dan sejahtera.
“Membangun Kota Ambon ini tidak bisa ditentukan oleh pemerintah kota. Kita butuh dukungan, topangan dari semua pihak, termasuk umat beragama, pimpinan-pimpinannya, untuk terus mendoakan kota ini agar kita diberikan kemampuan oleh Tuhan untuk memimpin dengan bijaksana,” ujarnya
Ia juga mengingatkan pentingnya rasa memiliki terhadap Kota Ambon. Menurutnya, setiap orang yang tinggal, bekerja, menempuh pendidikan, maupun mencari penghidupan di Ambon harus ikut berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Dirinya menegaskan, kepedulian terhadap kota harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk menjaga kebersihan, merawat lingkungan, serta memelihara kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Selain itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendoakan Kota Ambon agar senantiasa berada dalam keadaan aman dan damai. Pemerintah, kata dia, juga akan bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang sengaja mengganggu keamanan dan ketertiban umum.
Sementara itu, Uskup Diosis Amboina, Mgr. Seno Ngutra, mengatakan Reli Rosario menjadi momentum bagi umat Katolik untuk mendoakan Kota Ambon agar tetap aman dan damai di bawah kepemimpinan Wali Kota Bodewin M. Wattimena dan Wakil Walikota Elly Toisutta.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Walikota bersama istrinya, Lisa Wattimena, serta seluruh umat Paroki Katedral yang hadir dan mengambil bagian dalam kegiatan doa tersebut.
“Terima kasih banyak kepada Walikota bersama Ibu Lisa yang malam hari ini datang ke tempat ini. Kepada seluruh umat Katedral, terima kasih untuk kerelaan Anda datang malam hari ini untuk menjaga kota ini, tutup bungkus kota ini dengan doa-doa,” kata Seno.
Ia meyakini doa yang dipanjatkan dengan tulus menjadi bagian penting dalam upaya membangun kehidupan masyarakat yang penuh kedamaian dan persaudaraan.
“Percayalah bahwa ketika doa diucapkan dengan tulus hati, maka Tuhan tidak akan pernah menahan rahmat-Nya,” pungkasnya.(S-30)