ANGGOTA DPRD Maluku Anos Yeremias rencana pembangunan rumah sakit tipe C pada tahun 2027 tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik saja, tetapi harus diikuti kesiapan seluruh komponen pelayanan kesehatan.
Hal ini disampaikan Anos sebagai respon atas rencana pemerintah membangun lima rumah sakit umum tipe C di lima kabupaten di Maluku yang akan dilakukan pada tahun 2027 mendatang, termasuk di Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Anos mengatakan rencana pembangunan lima rumah sakit ini membawa harapan baru bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan rujukan.
Secara khusus untuk Kabupaten MBD, rumah sakit tersebut direncanakan dibangun di Tiakur dengan dukungan fasilitas modern karena itu kehadiran rumah sakit ini diharapkan dapat mendekatkan pelayanan medis kepada masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap rumah sakit di luar daerah.
Anos bilang rencana pembangunan rumah sakit ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemerataan pelayanan kesehatan di Maluku terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang menghadapi tantangan geografis dalam memperoleh layanan medis
“Kami tentu menyampaikan terima kasih banyak kepada bapak Gubernur yang telah memperjuangkan pembangunan rumah sakit bagi masyarakat Maluku, termasuk basudara di MBD dan Kepulauan Tanimbar,” ujar Anos kepada Siwalima melalui pesan whatsapp, Selasa (13/10).
Menurutnya kebutuhan terhadap fasilitas kesehatan yang me-madai sangat dirasakan masyarakat di kedua kabupaten dan men-jadi kebutuhan serius yahh harus diperhatikan pemerintah daerah.
Selama ini kata Anos pasien dari MBD harus dirujuk ke Saumlaki, Ambon hingga Kupang untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan karena kondisi geografis kepulauan, keterbatasan transportasi laut, cuaca yang tidak menentu, serta besarnya biaya perjalanan menjadi tantangan tersendiri bagi pasien dan keluarga yang mendampingi.
Bahkan, tidak sedikit keluarga harus menghadapi duka ketika pasien meninggal dunia dalam perjalanan rujukan maupun saat menjalani perawatan di luar daerah.
“Ini menjadi duka mendalam bagi keluarga. Perjalanan antarpulau, keterbatasan transportasi, cuaca, serta biaya pasien dan pendamping merupakan tantangan berat. Karena itu, pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan penanganan yang tepat waktu sangat dibutuhkan,” beber Anos.
Kendati begitu, Anos mengingatkan pemerintah agar rencana pembangunan rumah sakit tersebut tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga diikuti kesiapan seluruh komponen pelayanan kesehatan.
Karena itu ketersediaan dokter spesialis, tenaga kesehatan yang kompeten, peralatan medis mo-dern, obat-obatan, serta fasilitas penunjang harus menjadi perhatian sejak tahap perencanaan.
Selain itu, sistem transportasi dan rujukan medis dari pulau-pulau terpencil juga perlu diperkuat agar masyarakat dapat mengakses pelayanan secara cepat dan aman.
Anos berharap pembangunan rumah sakit di MBD dan KKT dapat direalisasikan sesuai rencana pada 2027 sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. “Kami ingin masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, memperoleh penanganan lebih cepat, dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga. Semoga rencana ini berjalan baik dan menjadi berkat bagi masyarakat Maluku, khususnya MBD dan Kepulauan Tanimbar,” tandas Anos.(S-20)